Tampilkan postingan dengan label wajah terakhir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wajah terakhir. Tampilkan semua postingan

Mata Andin (3)

Banyak orang tidak suka membiarkannya.setiap orang yang melintas pasti bertanya.untung saja sekarang siang hari.bayangkan kalau andin duduk disitu sore atau pagi hari.rumah andin hanya selisih empat rumah dari jalan besar,jadi semua yang mau pergi atau pulang pasti lewat depan rumah.ada tante eni yang jogging dengan rambut sasak tinggi.om soni yang beli rokok di warung sebelah tapi baru pulang mendekati maghrib.pak soleh dengan seragam hansipnya.mbak tina yang mau nunggu jemputan kantor.anton main sepeda.semua.semua pasti bertanya.padahal tidak bertanyapun andin tidak akan menganggap mereka sombong.

aku kan tidak pernah ingin tahu apa yang sedang atau mau mereka kerjakan.

andin terpaksa mengulang lagi.memejamkan mata dan membukanya.

kini andin ingin bermain dengan bayang-bayangan daun jambu yang jatuh di pangkuan.bayang-bayang bergerak seirama ayunan daun yang dihembus angin.bayangan dipangkuannya membentuk sebuah pintu.andin menggeleng kepala.ia tidak mau.di dada seperti ada pohon tumbang.menghimpit.sesak.

mata andin (2)

sumber:kumpulan cerpen "wajah terakhir".mona sylviana

sebelumnya mata andin (1)

"kemarin ateb ke sini."
"Dia bilang apa?"
"Enggak jelas.Tapi apa lagi yang orang itu bilang.Biasalah..."
"Kok enggak jelas?"
"Andin yang buka pintu."
"terus?"
"terus dia bilang,kalau sampai akhir bulan ini,artinya lima belas hari lagi,kita masih belum bayar,dia mau ambil tivi dan sofa depan."
"ya sudah,kasih aja tivi sama dia."
"ya sudah,ya sudah,enak aja kasih kedia.Orang kayak ateb itu mana bisa jujur kasih harga.bisa- bisa tivi diambil,eh hutang masih di tagih. lebih baik pasang iklan biar kita yang kasih harga.Lagian dari pada di kasih ateb,mending saya makan aja sekalian tuh tivi..."
"mulut asal mangap!Terus maumu apa?"
"kok tanya saya?bapak yang maunya apa?saya kira udah mikir,kan situ yang pergi-pergi terus.saya kira di jalan ketemu..."
"ketemu?ketemu apa?"
"ya apa kek..Ketemu teman-teman yang dulu pernah bapak tolong.atau paling ngak nemu dompet jatuh.."
"sembarangan!"
"biar aja ngomong sembarangan dari pada gila."
"bisanya ngurus orang tapi keluarga sendiri terlantar."
"bu!"
"kalau sudah kaya seperti sultan brunei baru nolong orang.ini sih belum apa apa,jadi sinterklas.mereka itu apa sekarang ingat kita?ingat keluarga kita di belit hutang sana-sini.kalau lagi senang mereka mau datang.senyum-senyum.kalau sedang begini.."

Mata Andin (1)

sumber:kumpulan cerpen "wajah terakhir".mona sylviana

sementara matahari merayap,jalanan senyap

Seperti banyak orang lebih suka sembunyi dalam rumah.bermalas-malasan di depan tv sambil ngunyah keripik pisang.tidur dekat jendela terbuka dengan kaos dalam dan kain sarung.Atau mungkin sedang berkerut kening menyelesaikan tugas sekolah.

Hanya ada dua laki-laki.Bibir mereka menjepit rokok kretek.Duduk leha-leha di samping tidak jauh dari pos ronda.Mendengarkan suara kresek dari radio kecil yang di gantung pegangan gerobak sampah.

rindu..betapa rindu hatiku tiada tertahan.kau tinggalkan aku seorang...

Andin menulum bibir.Siang ini benar-benar lengang.Dari denting dan guyuran air,Andin tau kalau pembantu sebelah sedang mencuci piring.Andin bisa pula mendengar dengkur berantai tetangga sebelah kiri.Juga suara dengung yang keluar dari gardu listrik seberang jalan.

Andin menarik nafas panjang.Dihamparkannya karungplastik bekas di bawah bayang-bayang daun jambu.tangannya yang kecil menarik uraian rambut kebelakang.Lalu mengikatnya dengan karet gelang merah menjadi ekor kuda.Pundak andin menempel di batang pohon bambu.

Mata andin terpejam.Terbuka.Pejam.Dan terbuka lagi.Ia tengadah,menghadap langit.

"andin!"

Warna langit biru terang.Matahari terlihat sebagian.Awan pelan beriringan.berkumpul menggambar kepala gajah dengan mulut terbuka.GAjah itu sedang menangkap lemparan kacang seperti pernah  dilihat andin lima tahun lalu waktu sekolahnya piknik ke kebun binatang.Disamping kepala gajah itu ada paha ayam.Andin memejamkan mata.Lidah dan hidungnya tengah membayangkan fried chicken yang dihidangkan panas-panas dengan cocolan saos tomat dan sambel dalam ruang ber-AC.

hemm,enak juga siang begini makan ayam goren.sudah ah,jadi lapar....Sekarang yang itu.Awannya kayakk....kayakk..

"Andin!"